permi.or.id

  • Perbesar ukuran huruf
  • Ukuran huruf bawaan asli
  • Perkecil ukuran huruf

Perhimpunan Mikrobiologi Indonesia (PERMI) akan menyelenggarakan Seminar Biofilm: Problem dan Solusinya Bagi Industri, pada tanggal 10 Juni di Hotel Akhmani, Jakarta.

Apa itu Biofilm?

Biofilm merupakan suatu lapisan yang terbentuk pada permukaan yang kontak dengan air. Suatu koloni biofilm bisa berasal dari satu jenis bakteri saja tetapi umumnya berupa kumpulan dari berbagai macam bakteri, fungi, parasit yang masing-masing mempunyai fungsi dalam sistem tersebut, yang saat ini dikenal sebagai “slime cities”. Perlindungan lendir tersebut menyebabkan sulitnya proses sanitasi dan pengobatan penyakit karena bahan kimia atau antibiotik sulit menembus sampai ke sel.

Untung rugi Biofilm.

Biofilm bisa berada di lingkungan alam, industri maupun di kesehatan. Keberadaan biofilm bisa menguntungkan bisa merugikan, tergantung dimana dan kapan tumbuhnya. Pada instalasi pengolahan air limbah, bioremediasi dan biofilter, biofilm justru dipacu pembentukannnya karena membantu proses treatment.

Di bidang kesehatan biofilm dikenal sangat berbahaya karena menjadi penyebab dari 80% penyakit. Biofilm di kateter dan peralatan kesehatan lainnya bisa menyebabkan infeksi dan bahkan juga penolakan implant. Beberapa penyakit yang disebabkan biofilm adalah dental caries, periodonitis, endocarditis, infeksi paru, infeksi kandung kemih, infeksi yang terkait dengan peralatan artifisial (implant). Di lain pihak di dalam sistem pencernaaan, terutama di usus besar keberadaan biofilm sangat bermanfaat bagi kesehatan.

Dalam industri (baik pangan, minuman dan farmasi) sering menimbulkan permasalahan selama proses produksi. Industri berbasis air seperti pengolahan dan distribusi air proses, pulp & paper, dan cooling tower sering bermasalah dengan biofilm. Timbulnya bau tak sedap, korosi yang menyebabkan kerusakan peralatan produksi, dan kontaminasi produk akhir adalah problem yang selalu muncul di industri. Pada industri makanan dan minuman tumpahan pada belt conveyor sering menyebabkan terjadinya biofilm sehingga mengganggu gerakan conveyor tersebut dan menyebabkan kontaminasi pada produk.

 

Sejak 21 Maret 2010 Anda Pengunjung ke

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini6
mod_vvisit_counterKemarin :148
mod_vvisit_counterMinggu lalu764
mod_vvisit_counterBulan lalu4578

We have: 1 guests online